Kerajaan Galuh didirikan oleh Wretikandayun alias Rahyangta ri Menir pada 23 Maret 612 Masehi di daerah Karangkamulyan  (sekarang; Kabupaten Ciamis) yang letaknya lokasi tersebut berada ditengah-tengah dua sungai, yakni Citanduy dan Cilumur, dan juga sesuai dengan perpindahan lokasi kegiatan pemerintahan secara fisik  yang semula berada di wilayah Kendan (Cicalengka).

Menurut Yoseph (2005), Galuh berasal dari kata Galeuh atau inti, dari pengertian tersebut timbul pergeseran kata menjadi hati, sebagai inti dari manusia. Dalam pengertian lain, kata Galeuh disejajarkan dengan Galih, kata halus dari beuli (beli), namun menurut Purbacaraka mengartikan Galuh sebagai permata. Lain halnya menurut Van Deur Mulen, Galuh sama artinya dengan yang dipahami dalam bahasa tagalog, yakni ‘air’. Galuh berasal kata dari Saka lo atau Sagaluh.

Apabila kita merujuk pada bahasa sansakerta, Galuh artinya adalah Gadis. Namun apabila kata Galuh tersebut diambil dari kata Galih mempunyai arti; (1). Pikir (pikiran), atau (2) Inti batang pohon. (Kamus Bahasa Sansakerta, Dr. Purwadi, M.Hum dan Eko Priyo Purnomo, SIP)

Baca lebih lanjut…